Mengatur tekanan ban secara tepat sangat penting untuk kinerja kendaraan listrik (EV). Ketika ban kekurangan tekanan udara, hambatan gulirnya meningkat sekitar 4% menurut hasil studi, yang berarti motor mobil harus bekerja lebih keras. Kami berbicara tentang konsumsi tambahan sekitar 58 kilowatt jam per tahun hanya akibat tekanan ban yang rendah—temuan ini diungkapkan GreenCarReports pada tahun 2023. Dan jangan lupa, penurunan tekanan yang kecil saja, seperti 1 PSI di bawah rekomendasi pabrikan, dapat mengurangi efisiensi sekitar 0,2%. Angka ini memang tampak tidak signifikan pada pandangan pertama, namun dalam jangka panjang, hal ini pasti memengaruhi jarak tempuh mobil sekali pengisian daya. Di sisi lain, mengisi ban secara berlebihan juga menimbulkan masalah. Bagian tengah ban akan aus lebih cepat, traksi menurun, dan umur pakai ban secara keseluruhan berkurang antara 15 hingga 25%. Selain itu, pengereman regeneratif pun menjadi kurang efektif. Namun, menjaga tekanan ban tetap optimal bukan hanya soal menghindari masalah-masalah tersebut. Hal ini justru membantu mempertahankan kinerja optimal di berbagai aspek penting, termasuk keselamatan, efisiensi energi, serta biaya perawatan jangka panjang.
Ikuti proses pengisian udara presisi ini setiap bulan untuk memaksimalkan efisiensi EV:
| Faktor | Penyesuaian | Dampak |
|---|---|---|
| Perubahan suhu | ±1 PSI per 10°F | Mencegah tekanan terlalu rendah/terlalu tinggi |
| Kapasitas Beban | +3–5 PSI untuk muatan berat | Mempertahankan stabilitas dinding samping di bawah beban berat baterai |
| Pengemudian kecepatan tinggi | +3 PSI | Mengurangi penumpukan panas dan deformasi |
Periksa kembali tekanan ban setiap dua minggu sekali selama terjadi fluktuasi suhu ekstrem. Ban khusus EV memerlukan kepatuhan yang lebih ketat dibandingkan kendaraan konvensional karena bobot kosong (curb weight) yang lebih tinggi serta pengiriman torsi instan.
Ketika berbicara mengenai kendaraan listrik, ban pneumatik sebenarnya menawarkan hambatan gulir sekitar 10 hingga 15 persen lebih rendah dibandingkan ban solid. Hal ini benar-benar berdampak pada perpanjangan masa pakai baterai, karena energi yang terbuang selama operasional menjadi lebih sedikit. Ruang udara di dalam ban ini juga meningkatkan traksi serta kemampuan ban menyesuaikan diri dengan berbagai permukaan jalan—faktor yang sangat penting bagi sistem pengereman regeneratif, terutama ketika jalan dalam kondisi lembap atau tidak rata. Ban solid, di sisi lain, menceritakan kisah yang berbeda. Ban jenis ini menghasilkan gesekan yang lebih besar dan memiliki fleksibilitas yang lebih rendah, sehingga menurunkan efisiensi keseluruhan sekitar 20% dalam skenario berkendara kota khas di mana pengereman dan akselerasi dilakukan secara konstan. Dari segi kenyamanan berkendara, perbedaannya pun sangat mencolok. Ban pneumatik mampu menyerap sekitar 70% gundukan dan getaran jalan berkat efek bantalan udara tersebut. Sementara itu, ban solid meneruskan seluruh benturan tersebut langsung ke rangka mobil. Pengemudi akan merasakan peningkatan getaran seiring berjalannya waktu, yang berdampak pada kenyamanan selama perjalanan jarak jauh dan bahkan dapat mempercepat keausan komponen seperti sistem suspensi dan drivetrain pada kendaraan listrik pribadi.
Ban padat cenderung bertahan sekitar dua hingga tiga kali lebih lama dibandingkan ban biasa, sering kali mencapai lebih dari 5.000 mil sebelum perlu diganti. Karena tidak bisa tertusuk, satu-satunya hal yang benar-benar diperlukan adalah memeriksanya sekali sebulan untuk retakan atau bentuk yang tidak wajar. Ban pneumatik, di sisi lain, menceritakan kisah yang berbeda. Ban jenis ini memerlukan pemeriksaan tekanan setiap minggu serta perbaikan cepat saat kehilangan tekanan. Menurut beberapa penelitian dari Mobility Safety Institute pada tahun 2023, hampir dua pertiga masalah pada ban pneumatik disebabkan oleh tekanan udara yang secara konsisten terlalu rendah. Meskipun masa pakainya tidak sepanjang ban padat (maksimal sekitar 1.500–2.000 mil), penggantian ban dalam lebih murah dan ban pneumatik lebih mampu menyerap guncangan di jalan berbatu atau trotoar yang tidak rata. Warga kota yang menginginkan kendaraan mereka beroperasi tanpa gangguan mungkin lebih memilih ban padat di jalan-jalan bersih yang bebas dari puing-puing. Namun, siapa pun yang menghadapi medan tak terduga, sering melewati lubang jalan, atau berkendara dalam cuaca buruk akan menemukan bahwa ban pneumatik tetap menawarkan keamanan dan efisiensi yang lebih baik, meskipun masa pakainya lebih pendek.
Periksa alur ban setidaknya sekali sebulan dengan trik koin penny lama yang sudah dikenal banyak orang. Ketika alur-alur tersebut menjadi lebih dangkal dari 2/32 inci atau sekitar 1,6 mm, saatnya mengganti ban baru karena ini pada dasarnya merupakan garis pertahanan terakhir melawan selip di jalan basah. Jangan lupa memeriksa secara cermat sisi-sisi ban juga. Waspadai retakan kecil yang membentang di permukaannya, benjolan aneh yang menonjol keluar, atau perubahan warna tak wajar. Semua ini merupakan sinyal peringatan dari ban Anda bahwa ban tersebut telah rusak akibat paparan sinar matahari, polusi udara, atau mungkin hanya karena terlalu lama didiamkan dalam kondisi kempis. Bahkan jika ban tampak baik-baik saja namun usianya telah melebihi enam tahun, pertimbangkan untuk menggantinya. Karet ban menjadi kaku seiring bertambahnya usia dan tidak lagi mencengkeram permukaan jalan secara optimal, sehingga jarak pengereman menjadi lebih panjang saat pengereman mendadak. Kendaraan listrik (EV) memberikan tekanan ekstra pada ban berkat akselerasi yang sangat bertenaga dan baterai yang lebih berat, sehingga pemeriksaan rutin menjadi semakin penting. Sebagian besar produsen merekomendasikan rotasi ban setiap 5.000–7.500 mil untuk memastikan keausan merata di keempat roda mobil.
Kondisi ban sangat memengaruhi keselamatan, efisiensi, dan kepercayaan pengemudi kendaraan listrik. Masalah yang tidak ditangani sering kali muncul dalam bentuk getaran, penurunan jangkauan yang tak terduga, atau kebocoran mendadak—masing-masing menunjukkan penyebab mendasar yang berbeda.
Ketika ban mulai bergetar terus-menerus, hal ini biasanya menandakan adanya masalah pada keausan alur ban, mungkin karena ketidakseimbangan, atau kemungkinan besar pelek tidak sejajar dengan benar. Masalah-masalah ini menimbulkan hambatan tambahan saat kendaraan bergerak, sehingga energi terbuang lebih cepat daripada kondisi normal. Tekanan ban yang rendah juga merupakan salah satu area permasalahan utama. Jika tekanan ban berada sekitar 20% di bawah tingkat tekanan yang direkomendasikan, hambatan gulir meningkat sekitar 18%, artinya pengemudi memperoleh jarak tempuh yang jauh lebih pendek dari setiap pengisian daya. Ban kempes terjadi karena berbagai alasan—misalnya benda tajam yang menembus karet, batang katup yang rusak, atau sekadar keausan umum pada sisi ban seiring waktu. Saat mengatasi keadaan darurat ban kempes, gunakanlah cairan penyegel dan perlengkapan tambal yang tidak bersifat korosif serta aman digunakan bersama sistem TPMS. Produk-produk tersebut juga harus sesuai untuk beban kendaraan listrik (EV) dan dirancang khusus untuk kondisi berkendara kecepatan rendah. Berdasarkan data aktual dari armada komersial, pemeriksaan ban secara rutin setiap 500 mil mampu mencegah sekitar tiga perempat dari seluruh masalah yang terkait dengan ban. Dengan demikian, pemeriksaan sederhana semacam ini termasuk salah satu tugas perawatan paling bernilai yang dapat dilakukan oleh setiap pemilik EV.
Mempertahankan tekanan ban yang tepat pada kendaraan listrik sangat penting karena hal ini meminimalkan hambatan gelinding, meningkatkan efisiensi energi, serta memperpanjang masa pakai ban. Tekanan ban yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan konsumsi energi dan pengurangan jarak tempuh.
Tekanan ban harus diukur setiap bulan dan diperiksa ulang dua kali seminggu selama terjadi fluktuasi suhu ekstrem. Pemantauan rutin membantu memastikan tekanan ban tetap berada dalam kisaran yang direkomendasikan, sehingga mendukung kinerja optimal dan keselamatan kendaraan.
Ban pneumatik menawarkan hambatan gelinding yang lebih rendah dan traksi yang lebih baik di berbagai permukaan jalan, sehingga berdampak positif terhadap efisiensi energi dan sistem pengereman regeneratif. Ban ini juga memberikan kenyamanan berkendara yang lebih baik dengan menyerap lebih banyak guncangan dan getaran jalan dibandingkan ban padat.
Ban kendaraan listrik (EV) perlu diganti jika kedalaman alur ban kurang dari 2/32 inci, terdapat retakan yang terlihat atau bentuk tidak wajar pada dinding samping ban, atau jika usia ban telah melebihi enam tahun. Pemeriksaan dan perawatan rutin dapat membantu mengidentifikasi tanda-tanda tersebut lebih awal.
Jika diduga terjadi masalah kinerja terkait ban—misalnya getaran konstan atau penurunan jarak tempuh yang tak terduga—periksa ban untuk keausan alur, tekanan udara, dan keselarasan roda. Penggunaan sealant dan perangkat perbaikan yang kompatibel dapat menangani masalah ringan secara aman.